Standar Ganda: Luka Sunyi dan Ketidakadilan yang Terlalu Sering Dibebankan pada Perempuan
Ada ketidakadilan yang tidak selalu meninggalkan memar, tetapi menjejakkan kelelahan yang dalam. Ia tidak selalu hadir dalam bentakan, tidak selalu tampak sebagai kekerasan yang kasat mata, dan sering menyamar sebagai sesuatu yang dianggap "wajar". People called "double standard". Ia hidup di rumah-rumah, di percakapan sehari-hari, di komentar keluarga, di nasihat teman, bahkan perlahan masuk ke dalam kepala perempuan yang terlalu lama disalahkan. Double standard bekerja diam-diam: ketika perempuan dituntut memikul semuanya, sementara laki-laki diberi toleransi untuk kekurangan yang sama. Ketika Tuntutan Hanya Bergerak ke Satu Arah Banyak perempuan diminta menjadi segalanya dalam waktu yang sama. Ia dituntut menjadi ibu yang selalu hadir, sabar, lembut, penuh perhatian, dan selalu tersedia. Di saat yang sama, ketika ekonomi goyah, ia juga diharapkan mampu menghasilkan uang, menye...


