Tidak Semua Pertanyaan Harus Ada Jawabannya Sekarang
Malam memberangus kenang yang tak kasat dalam penglihatan. Aku seolah bersemedi di antara kelam dan tumpukan dosa atas pengkhianatan yang tidak direncanakan. Saraf dan karsaku sempat terhenti untuk merasakan tanda-tanda yang diberitahukan oleh semesta. Pikiranku sempat kalap ketika lagi dan lagi aku dibenturkan oleh ketidakpastian. Dan perasaanku berkecamuk tiap pagi menjelang meski tidur sudah cukup. Bagaimana bisa aku, manusia, menakar kepastian dari matriks kehidupan ilahi. Karena Tuhan selalu memiliki rencana yang tidak bisa ditembus oleh nalar manusia. Bagaimana bisa belakangan ini aku menjauhi diriku sendiri dan justru berenang lebih dalam di kolamnya orang lain, yang kedalamannya tidak kuketahui, yang tingkat kekeruhannya tidak kuketahui penyebab dari kekeruhan itu sendiri. Aku tenggelam dalam sebuah kolam tanda tanya besar yang tak pernah bisa kutemukan jawabannya di artikel manapun, di buku manapun, bahkan ketika aku bertanya kepada kecerdasan...


